Jaman Alm. Pak Harto, adalah puncak dari kita menjadi negara berpenduduk Muslim yang terbesar di dunia. Namun demikian, langka sekali yang bergaya ala Timur Tengah. Dan malahan masih kental banget kearifan lokalnya, termasuk gaya busananya. Mungkin lantaran belum banyak pengusaha "Baju Jadi", lebih-lebih penjual pernak-pernik dari dan ala Timur Tengah. Sehingga tidak dijadikan "Tren", seperti saat ini.
Dulu yang ada bahkan, "Ibu-ibu anggun yang bersanggul dan berselendang". Sebuah wujud dari kecantikan alami milik Bangsa kita sendiri, plus tentunya rasa percaya diri. Jikalau jaman sekarang dikembalikan lagi dengan model pakaian yang sama, rasanya cocok dan sesuai dengan jati diri. Walaupun kesemuanya itu, berpulang kepada keputusan masing-masing, termasuk urusan keyakinannya.
Charles E. Tumbel.
NB : Silahkan berdebat sesuai konteksnya, yakni "Jaman Pak Harto". Jangan lari kemana-mana, apalagi memakai "Logical Fallacy". Terima kasih.
--- Ide dan kreatifitas seseorang adalah hak milik yang tidak boleh ditiru / digandakan. Dilarang mengcopy artikel ini. Terima kasih. ---