Minggu, 04 Desember 2016

Mohon Maaf Sebelumnya, Jikalau Tidak Berkenan.

Saat ini di Negara kita yang tercinta sepertinya ada gerakan yang sengaja untuk menfanatikkan Agama. Bukan hanya 1 Agama saja, tetapi semua dan dibiayai oleh luar negeri (Asing). Yang tentunya hal tersebut ada timbal-baliknya (disadari ataupun tidak).

Tujuan dari menfanatikkan Agama-agama ini adalah untuk menciptakan kekuatan-kekuatan yang nantinya pasti akan bergesekan sendiri dan akhirnya terjadi perpecahan. Hal seperti ini sebenarnya sudah pernah terjadi di beberapa Negara, terutama Yugoslavia.

Banyak pihak, baik dari dalam maupun luar negeri, yang amat sangat takut kepada Pancasila. Sehingga selalu ingin dan akan melemahkan atau bahkan menghilangkannya. Apalagi hanya Negara kita saja yang memiliki “kesaktian” dari Pancasila ini.

Agama itu sifatnya amat sangat pribadi dan untuk diri kita sendiri belaka. Sedangkan untuk orang lain, mereka akan mendapatkan hidayahnya masing-masing. Dan itu merupakan hak serta wewenang mutlak dari Sang Maha Pencipta saja. Jadi jangan pernah diusik, diganggu apalagi dirusak.

Semoga kita semuanya bisa segera menyadari akan hal ini dan lekas menghentikan segala tindakan yang berupa ajakan, hasutan serta propaganda jahat terhadap hal-hal yang berhubungan dengan Agama. Meskipun dengan cara yang halus, lebih lagi dengan cara yang kasar.

Ingatlah selalu bahwa tujuan utama dari Agama adalah untuk memperkenalkan, mengimani dan menyembah hanya kepada Tuhan YME semata. Sekaligus untuk membangun kesadaran pada diri setiap umat manusia, agar senantiasa berbuat kebaikan demi kedamaian bagi seluruh isi alam semesta. Bukan malah sebaliknya!

Charles E. Tumbel.

--- Ide dan kreatifitas seseorang adalah hak milik yang tidak boleh ditiru / digandakan. Dilarang mengcopy artikel ini. Terima kasih. ---

Betapa Kejamnya Kita Saat Ini.

Saya yakin hati semua manusia, terutama kaum yang diciptakan dengan penuh kelembutan, keanggunan, cinta, kasih dan sayang yaitu wanita akan teriris bahkan terusik tatkala mendengar begitu banyaknya pembunuhan sadis yang terjadi kepada kaumnya.

Negara yang kini sudah menjadi tujuan dari "Pasar Bebas Dunia" membuat hati kita terpancing untuk merubah gaya hidup yang tadinya sederhana menjadi konsumtif. Haus untuk berbelanja dan membeli segala benda, cuma untuk kepuasan dari hati belaka.

Pendapatan yang harusnya menjadi patokan dari gaya hidup, kini berbalik menjadi gaya hidup yang menjadi patokan untuk mencari pendapatan. Puasa sebagai latihan dari pengendalian diri terhadap hawa nafsu duniawi, berubah menjadi gaya hidup untuk menutupi keburukannya sendiri.

Hawa Nafsu Semakin Dikejar Dan Diumbar.
Pendapatan yang tidak lagi dapat mencukupi gaya hidup baru ini, menghasilkan buah haram yang penuh dengan kemunafikan dan kejahatan yang bernama "Korupsi". Segala cara terus dilakukan demi alasan pemenuhan kebutuhan yang tidak bakalan pernah tercukupi ini.

Memenuhi kebutuhan hanyalah sekedar alasan dari ketidak-mampuan mengendalikan diri dan menerima kenyataan saja, yang sesungguhnya sedang menggerogoti kepuasan dari hatinya sendiri. Hak milik orang lain dilanggar, diambil, dicuri, dirampok dan dianiaya cuma demi kepuasan dari hatinya sendiri semata.

Buah haram yang telah dengan sengaja dilakukan, akhirnya berbenih buah haram yang lainnya. Harta yang tadinya hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup yang sudah tidak mampu dikendalikannya lagi saja, kini berbenih istri simpanan, narkoba dan hal-hal haram lainnya yang akan terus memabukkannya.

Semua Jalan Dosa Ditempuh Hanya Demi Kesenangan Duniawi Belaka.
Setelah hidup dengan bergelimang hawa nafsu duniawi maka akhirnya tiada satupun dosa yang bakalan tersisa. Anak dan istri dengan harta yang sudah berlimpah-ruah ditinggal pergi olehnya untuk alasan menambah harta lagi. Sehingga harta-harta haram memenuhi seisi rumahnya.

Disaat harta-harta haram telah menjadi gunung dan istri-istri simpanannya juga kian bertambah pula, maka tidak akan ada lagi waktu untuk pulang ke rumah. Tiada lagi waktu untuk bisa mendapatkan kedamaian, ketenangan dan ketentraman. Serta akhirnya yang didapatkan olehnya hanyalah kecanduan narkoba ataupun barang-barang haram yang memabukkan lainnya belaka.

Kini Lengkaplah Sudah, Seluruh Dosa Telah Dimiliki.
Setelah istri-istri simpanan semakin manja dan berani meminta, pikiran yang sudah menggampangkan semua hal karena uang telah dianggap sebagai yang segala-galanya serta terus-menerus mabuk dengan narkoba juga kesenangan-kesenangan duniawi lainnya pula, maka terakhir cuma 2 hal saja yang bakalan dilakukan untuk menyempurnakan dosanya, yakni melakukan pembunuhan dan fitnahan.

Semoga para Ibu terkasih yang amat sangat dicintai oleh Tuhan YME dan yang menjadi Tiang Negara serta rumah tangganya sendiri, mampu sekaligus berani untuk menjadi pelopor dari jiwa yang Berkebangsaan Indonesia, Nasionalis, Pancasilais, Anti Korupsi juga Anti Narkoba pula.

Dengan terlebih dahulu memulainya dari dalam rumah tangganya sendiri demi kebaikan masa depan bagi keluarganya, bangsanya dan negaranya yang amat sangat dicintai olehnya.

Charles E. Tumbel.

--- Ide dan kreatifitas seseorang adalah hak milik yang tidak boleh ditiru / digandakan. Dilarang mengcopy artikel ini. Terima kasih. ---

Sabtu, 03 Desember 2016

Dalam Khayalan.

Dulu ada seorang Pemulung yang setiap pagi, setelah Subuh, selalu nongkrong di Poskamling di samping rumah saya. 

Mungkin untuk beristirahat sejenak setelah semalaman berkeliling kota, dalam rangka mengais rejeki yang ada di Kota Metropolitan ini.

Sebenarnya Si Bapak Pemulung ini penampilannya termasuk gagah dan menarik, meskipun agak sedikit kurus serta kurang rapi.

Kumisnya tebal, wajahnya berwibawa dan jalannya-pun tegap. Orangnya juga sopan, ramah dan sangat sering menyapa saya pula.

Suatu saat tatkala saya sedang duduk di Pendapa depan rumah sambil asyik menikmati sebatang Rokok, saya memperhatikan Beliau dari jauh dan mengkhayal begini :

''Kalau seandainya saya kaya raya, maka Bapak Pemulung ini akan saya ajak makan yang kenyang setiap hari, biar agak lebih gemukan sedikit. Penampilannya juga akan saya perbaiki pula, agar tampak lebih menarik lagi. Lalu Beliau akan saya daftarkan sebagai anggota Partai Politik, kemudian saya biayai untuk menjadi Caleg".

"Kira-kira bakal bisa menang atau tidak ya? Dan kalau seandainya bisa menang, maka apa yang kira-kira akan dapat Beliau perbuat?''.

Sesaat kemudian saya menghentikan khayalan tersebut, bersamaan dengan rokok yang hampir habis.

Setelah mematikan rokok, saya masuk ke dalam rumah untuk melanjutkan tidur kembali, sebab masih merasa mengantuk.

Yang menjadi masalah disini (dalam khayalan saya tadi), bukan karena Beliau seorang Pemulung. Tetapi oleh sebab hal tersebut bukan bidangnya dan tidak ada latar-belakang yang dapat menunjangnya di bidang tersebut.

Meskipun segala sesuatu dapat dipelajari sambil berjalan, namun waktu pembelajaran itu akan menggunakan uang rakyat. Lagi pula kasihan rakyat yang telah tertipu oleh penampilannya berkat permainan dan rekayasa saya.

Semoga khayalan dan pemikiran saya itu tadi tidak menjadikan dosa buat diri saya sendiri. Karena bukan hukum buatan manusia yang saya takutkan, tetapi Hukum dari Tuhan YME.

Charles E. Tumbel.

--- Ide dan kreatifitas seseorang adalah hak milik yang tidak boleh ditiru / digandakan. Dilarang mengcopy artikel ini. Terima kasih. ---