Sabtu, 03 Desember 2016

Agama Itu Adalah Sebuah Hidayah.

Terus terang, buat diri saya pribadi yang terpenting adalah beriman dan menyembah hanya kepada Tuhan YME semata serta takut akan dosa.

Ingin memeluk Agama apapun tidak menjadi masalah, tetapi haruslah sungguh-sungguh dijalankan. Dan pastinya hal tersebut akan selalu tercermin di dalam setiap sikap, perkataan serta perbuatan.

Sebab barang siapa yang beriman dan menyembah hanya kepada Tuhan YME semata serta takut akan dosa, pastinya tidak akan berbuat semena-mena. Apalagi mau untuk melakukan kejahatan dan perbuatan yang tercela lainnya.

Karena sudah tahu, patuh, taat, percaya dan yakin bahwa segala sesuatu yang ada di kehidupan dunia yang fana ini serta yang ada di kehidupan yang abadi di akhirat kelak adalah Ciptaan dari Sang Maha Kuasa sendiri.

Agama adalah Jalan yang lurus untuk mengetahui, mengenali, mengerti, memahami, mendekati dan mencintai Sang Maha Tinggi, yaitu Tuhan YME. Serta Cara yang benar untuk memuja sekaligus menyembah DiriNya dengan hati yang suci, bersih, putih, tulus lagi ikhlas selama masih hidup di dunia yang fana ini.

Bukanlah jalan dan caranya ini yang seharusnya dicintai, disembah serta dipuja sampai akhirnya terjadi permusuhan, kebencian juga peperangan pula. Namun hanya Tuhan YME semata yang harus selalu dicintai, disembah dan dipuja.

Agama yang cuma merupakan jalan dan cara belaka ini, kita yakini sesuai dengan kemampuan, sudut pandang serta pola pikir dari diri masing-masing.

Oleh sebab itu, Agama dikatakan sebagai sebuah Hidayah dari DiriNya kepada siapapun yang Dia kehendaki. Sehingga tidak boleh sama sekali ada unsur paksaan dari mahluk CiptaanNya kepada sesama mahluk yang telah diciptakan OlehNya.

Cintai, sembah dan pujalah hanya kepada Tuhan YME semata. Serta pilihlah Agama yang akan menjadi jalan sekaligus cara di dalam Mencintai, Menyembah juga MemujaNya pula selama masih diberi kesempatan untuk hidup di dunia yang fana ini yang sesuai dengan keyakinan atas kebenaran yang ada pada diri kita masing-masing.

Dan salah satu bentuk dari perwujudan di dalam mencintai, menyembah serta memuja secara sungguh-sungguh hanya kepada Tuhan YME semata itu adalah dengan senantiasa berbuat kebajikan, manfaat, mencintai, mengasihi sekaligus menyayangi sesama CiptaanNya.

Charles E. Tumbel.

--- Ide dan kreatifitas seseorang adalah hak milik yang tidak boleh ditiru / digandakan. Dilarang mengcopy artikel ini. Terima kasih. ---

Pribumi atau Boemi Poetra.

Saya Pribumi, namun amat sangat membenci istilah ini. Karena istilah Pribumi atau Boemi Poetra, dulu memang sengaja diciptakan oleh para Penjajah untuk mengotak-ngotakkan Bangsa kita, agar selalu terpecah-belah dan tidak bisa bersatu.

Bukannya untuk membangun Nasionalisme yang sesuai dengan Pergerakan Berkebangsaan dan Sumpah Pemuda, tetapi cuma untuk membangun Primordialisme belaka. Yang tentunya bakalan menghancurkan Persatuan dan Kesatuan kita bersama.

Kerajaan Mojopahit yang sangat kuat bala tentaranya dan amat luas wilayah kekuasaannya, tidak pernah menggunakan istilah keji tersebut. Mereka menyatukan Nusantara dengan Budaya Adiluhung yang merupakan milik asli dari Bangsa kita sendiri.

Setelah Kerajaan Mojopahit runtuh, istilah ini oleh para Penjajah beserta Anteknya dengan secara sengaja terus-menerus disebar-luaskan dan dikumandangkan. Cara-cara yang disebut sebagai politik Devide et Empera ini, akhirnya membuat sebagian besar wilayah Nusantara dikuasai oleh para Penjajah.

Saat ini, inginkah kita bersatu-padu dan menjadi kuat seperti pada saat jaman Kerajaan Mojopahit dulu? Ataukah malahan ingin tercerai-berai seperti pada saat jaman Penjajahan dulu? Sambil menunggu terulang kembalinya Pergerakan Berkebangsaan serta Sumpah Pemuda lagi.

Kesemuanya itu kembali kepada hati nurani dan kesadaran dari pikiran pada diri kita masing-masing. Sebab tanpa adanya hati nurani dan kesadaran dari pikiran pada diri masing-masing, maka kejayaan di dalam bentuk apapun tidak akan pernah terjadi.

Hilangkanlah segala bentuk kebencian, pemisahan ataupun pembatasan diri dan pengotak-ngotakkan atas dasar perbedaan SARA apapun. Seperti yang pada jaman Penjajahan dahulu sudah pernah terjadi dan mengakibatkan Bangsa kita selama ratusan tahun tercerai-berai.

Marilah senantiasa bersatu-padu, saling dukung-mendukung serta bahu-membahu demi kejayaan dari Bangsa dan Negara kita yang tercinta ini. Bukannya untuk kelompok, apalagi orang-perorang, tetapi hanya untuk Bangsa dan Negara kita yang tercinta ini semata.

"Bhinneka Tunggal Ika adalah Republik Indonesia, Tan Hana Dharma Mangrwa ialah Pancasila". Inilah yang asli milik dari Bangsa kita sendiri!
"Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita Runtuh".

Hidup Republik Indonesia! Hidup Pancasila!
Hidup Bangsa Indonesia! Merdeka!

Charles E. Tumbel.

--- Ide dan kreatifitas seseorang adalah hak milik yang tidak boleh ditiru / digandakan. Dilarang mengcopy artikel ini. Terima kasih. ---

Jumat, 02 Desember 2016

Dari Lubuk Hati Yang Paling Dalam.

Kepada seluruh saudara-saudara saya tercinta yang besok akan mengikuti aksi demo "Super Damai 212".

Dari lubuk hati yang paling dalam, saya mendoakan semoga selalu sehat, damai dan khusyuk di dalam beribadah serta berdoa. Aamiin.

Juga semoga kebaikan apapun yang dimohonkan akan diterima oleh Allah SWT dan segera dikabulkan OlehNya pula. Aamiin.

Jangan lupa untuk mendoakan Negara Republik Indonesia tercinta yang berdasarkan kepada Pancasila ini agar semakin bersatu, maju dan jaya. Aamiin.

Serta dijauhkan dari keinginan para pengkhianat / antek asing yang ingin membuat Republik Indonesia Serikat atau RIS atau Negara Federasi seperti keinginan Pihak Asing pada saat Perjanjian KMB dulu. Aamiin.

Dengan cara yang sangat biadab yaitu membuat kita Perang Saudara, sehingga Pihak Asing bisa datang ke Negara kita dengan alasan membantu mendamaikan. Padahal tujuannya untuk membuat kita semakin kacau dan dijadikan terpecah-pecah agar lebih mudah untuk dikuasai oleh mereka. Laknatilah yang seperti mereka ini. Aamiin.

Bersatulah untuk kebenaran yang membawa kebaikan dan keadilan bagi seluruh mahluk CiptaanNya. Serta berlomba-lombalah di dalam beribadah kepada Allah SWT dan berbuat kebaikan kepada sesama. Aamiin.

Jauhilah kegaduhan, kerusakan dan perbuatan yang tidak adil. Serta amalkanlah selalu ajaran Agama yang Rahmatan Lil'alamin ini juga tegakkanlah keadilan. Aamiin.

Selamat beribadah dan patuhilah segenap peraturan yang ada agar menjadi insan yang amanah. Aamiin, Aamiin Yaa Robbal Aalamiin.

Charles E. Tumbel.

--- Ide dan kreatifitas seseorang adalah hak milik yang tidak boleh ditiru / digandakan. Dilarang mengcopy artikel ini. Terima kasih. ---