Jumat, 11 Oktober 2024

GCTA.

Saya rasa kita disini sudah dewasa dan matang semua, lantaran rata-rata sudah berusia di atas 40 tahun. Sehingga bisa sabar dan bijaksana, serta mampu memilah-milah yang baik / buruk maupun benar / salah. GCTA ini cuma sebuah wadah saja, untuk menggerakkan orang lain berbuat amal kebajikan demi tanah air dan kebangsaan, melalui kepeloporan diri kita sendiri. Kita seluruhnya hanya hidup sekali belaka dan sedang menunggu giliran mati. Entah mati kapan, tetapi pasti. Serta entah ke Surga ataupun ke Neraka (apabila dapat betulan, berarti bonus), yang jelas "The End" alias selesai urusan di dunia manakala terjadi. Mumpung masih hidup, GCTA mengajak berbuat amal kebajikan tadi. Siapa tahu karena itu menjadi sehat, selamat, panjang umur, banyak rejeki dan pahala serta nantinya masuk Surga (Aamiin). Oleh sebabnya pejuang GCTA dilarang meminta sumbangan (namanya pejuang masa minta-minta sih!), makanya caranya ber-"Kerjasama" dengan pihak lain. Kerjasama yang saling tidak merugikan, biar "Ringan sama Dijinjing, Berat sama Dipikul". Di dalam kerjasama dengan siapapun tentunya terkadang ada kesalah-pahaman. Nah disinilah, kedewasaan dan kematangan kita buktikan. Janganlah sampai tatkala senang dan untung GCTA yang telah menjembatani dilupakan, namun ketika terjadi "Seleh-Genje" malahan dituduh sebagai biang keladinya, bahkan dimusuhi! Bekerjasama dengan siapapun, apalagi di umur yang tidak muda, wajib memiliki kesabaran dan kebijaksanaan (kuncinya). Lebih lagi apabila untuk sehat, selamat, panjang umur, banyak rejeki dan pahala serta Surga jelasnya dibutuhkan yang ekstra. Sekali lagi GCTA ini sekadar wadah semata dengan tujuan yang mulia, sehingga tidaklah perlu dibenci. Toh, menjadi mulia merupakan kewajiban sekaligus tujuan dari setiap insan yang beriman kepada Sang Maha Pencipta, terlepas dari agamanya. Untung silahkan diambil, rugi janganlah menyalahkan yang lain, lebih-lebih GCTA. GCTA tidak pernah memperoleh untung apapun, termasuk saya sebagai pendirinya. Inilah wadah perjuangan yang murni untuk tanah air dan kebangsaan, dengan diri sendiri yang menjadi pelakunya, pejuang tanpa pamrih. Semoga kelak dikenang, dihormati dan dihargai oleh anak-cucu kita. Aamiin, Aamiin, Aamiin. Terima kasih.

Charles E. Tumbel.

--- Ide dan kreatifitas seseorang adalah hak milik yang tidak boleh ditiru / digandakan. Dilarang mengcopy artikel ini. Terima kasih. ---