Sabtu, 04 November 2017

Selebihnya, Biarkanlah!

Jadilah diri sendiri dan janganlah takut terhadap penilaian orang lain. Sebab kita tidak bakalan pernah bisa merubah cara berpikir mereka.

Pemikir negatif tidak bisa berubah menjadi pemikir positif, begitupun dengan sebaliknya. Karena memang hidup membutuhkan keduanya sebagai keseimbangan.

Yang terpenting, janganlah pernah merugikan orang lain. Selalulah berbuat kebaikan dan hargai serta hormatilah siapapun. Selebihnya, biarkanlah!

Charles E. Tumbel.

--- Ide dan kreatifitas seseorang adalah hak milik yang tidak boleh ditiru / digandakan. Dilarang mengcopy artikel ini. Terima kasih. ---

Tatkala Sang Roda Kehidupan Sedang Diputar Kembali.

Banyak di antara kita yang suka sekali menceritakan kegagalan dari orang lain dan bahkan sampai mencari berita tentang kegagalan yang sedang dialami oleh orang tersebut, cuma untuk menjatuhkannya belaka.

Setiap orang pastilah pernah mengalami kegagalan. Dan kegagalan itu, adalah sebuah Pelajaran yang paling terbaik untuk menuju ke tahapan berikutnya yaitu, keberhasilan.

Ketahuilah bahwa sesungguhnya hanya orang-orang yang gagal dan tidak mampu untuk bangkit kembali serta orang-orang yang hatinya penuh dengan perasaan iri, dengki sekaligus dendam saja yang suka menceritakan kegagalan milik orang lain.

Besarkanlah jiwa, berpikirlah positif dan selalu ceritakanlah kebaikan milik orang lain. Agar suatu saat kelak, tatkala Sang Roda Kehidupan sedang diputar kembali dan ternyata malahan diri kita sendiri yang mengalami kegagalan, maka orang lainpun tidak akan ikut menjatuhkan.

Semoga kita semuanya tidak termasuk orang yang gagal apalagi penuh dengan perasaan iri, dengki dan dendam. Aamiin.

Charles E. Tumbel.

--- Ide dan kreatifitas seseorang adalah hak milik yang tidak boleh ditiru / digandakan. Dilarang mengcopy artikel ini. Terima kasih. ---

Kamis, 02 November 2017

Terobsesi kepada Agama.

Agama adalah urusan pribadi antara diri kita sendiri dengan Sang Maha Pencipta. Negara cuma berkewajiban untuk membantu, mengawasi dan melindunginya saja.

Yang dilarang seharusnya yang tidak beragama, apalagi yang tidak beribadah. Bukannya malahan yang beragama dan ingin beribadah kepada Sang Maha Pencipta.

Manusia tidak boleh menghalang-halangi, lebih lagi melarang mahluk apapun yang ingin beribadah kepada Sang Maha Pencipta.

Tentunya untuk tatacara ibadah yang benar dan sesuai dengan Agama yang telah diakui secara sah oleh Negara.

Karena hal tersebut bukannya hanya pelanggaran terhadap hak asasi individu belaka. Tetapi juga pelanggaran atas kewajiban yang sudah ditetapkan oleh Sang Maha Pencipta kepada seluruh mahluk CiptaanNya pula.

Banyak orang yang terobsesi kepada Agama yang sebetulnya cuma merupakan sebuah Jalan dan Cara semata, bukannya terobsesi kepada Sang Maha Pencipta.

Sehingga yang terjadi kekhawatiran tanpa dasar, sebab dan alasan yang jelas. Sekaligus hanya pengakuan dan pembenaran pribadi atas keyakinan yang dianut oleh dirinya sendiri saja.

Apabila yang dicari itu cuma Agama belaka, tentunya bakalan ada banyak perbedaan. Karena setiap umat manusia ditakdirkan untuk memiliki akal pikir dan sudut pandang yang berbeda-beda.

Namun jikalau yang dicari itu hanyalah Sang Maha Pencipta semata, maka pastinya tidak akan ada perbedaan. Terkecuali kecemasan pribadi, oleh sebab khawatir amal dan ibadahnya tidak diterima oleh DiriNya.

Carilah cuma Sang Maha Pencipta belaka melalui Agama, bukannya hanya mencari Agama saja. Karena Sang Maha Pencipta itu Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Adil, Maha Bijaksana, Maha Pengampun dan maha dari segala hal yang suci, luhur serta mulia.

Dan dengan cuma mencari Sang Maha Pencipta semata, kita tidak hanya bakalan mendapatkan kebaikan belaka tetapi juga kebenaran, keadilan, kedamaian serta kebahagiaan pula.

Charles E. Tumbel.

--- Ide dan kreatifitas seseorang adalah hak milik yang tidak boleh ditiru / digandakan. Dilarang mengcopy artikel ini. Terima kasih. ---