Minggu, 04 Desember 2016

Kita Semua Dilahirkan Sebagai Orang Yang Beruntung.

Bagi orang yang sedang berjalan kaki, betapa beruntungnya orang yang bisa naik sepeda.
Bagi orang yang sedang naik sepeda, betapa beruntungnya orang yang bisa naik sepeda motor.
Bagi orang yang sedang naik sepeda motor, betapa beruntungnya orang yang bisa naik mobil.
Bagi orang yang sedang naik mobil, betapa beruntungnya orang yang bisa naik helikopter.
Bagi orang yang sedang naik helikopter, betapa beruntungnya orang yang bisa naik pesawat terbang.
Serta bagi orang yang sedang naik pesawat terbang sambil memakai infus dan kursi roda, betapa beruntungnya orang yang bisa berjalan kaki.

Sebenarnya kita semua dilahirkan sebagai orang yang beruntung.
Beruntung kita telah dilahirkan di dunia.
Beruntung kita telah dibesarkan dengan kesulitan.
Beruntung kita telah dikuatkan dengan kegagalan.
Beruntung kita telah ditempa dengan masalah.
Beruntung kita telah dibentuk dengan ujian hidup.

Hanya saja kita terlalu sering mengasihani diri sendiri, senang melihat ke atas bukan ke bawah, tidak pernah puas, serakah dan tidak mau mencari serta melihat kebaikan di balik segala kejadian yang dialami sehingga terus-menerus mengejar sekaligus menuruti keinginan hawa nafsu juga kesenangan duniawi belaka.

Sampai akhirnya tersadar akan arti dari kenikmatan dan kebaikan yang sesungguhnya, setelah semua keberuntungan itu pergi meninggalkan diri kita sendirian.

Charles E. Tumbel.

--- Ide dan kreatifitas seseorang adalah hak milik yang tidak boleh ditiru / digandakan. Dilarang mengcopy artikel ini. Terima kasih. ---

Dia adalah Yang Maha Adil.

Bagi diri kita sendiri pastilah Suku, Agama, Ras dan Golongan yang dimiliki adalah yang paling terbaik serta terbenar.

Tetapi apakah hanya dengan begitu saja maka berarti kita sudah menjadi yang paling terbaik dan terbenar? Serta nantinya pastinya bakalan masuk ke dalam Surga, tanpa perlu lagi berbuat kebaikan terhadap sesama benda CiptaanNya?

Tidak ada istilah orang Jawa, Batak, Sunda, Islam, Kristen, Budha, Cina, Arab, India dan lain sebagainya. Karena yang ada sesungguhnya cuma satu istilah belaka, yaitu Orang Indonesia.

Tuhan YME itu tidak mengenal SARA, sebab Dia adalah Yang Maha Adil.

Dia hanya mengenal orang-orang yang sungguh-sungguh beriman, mencintai dan bertakwa KepadaNya saja. Serta yang senantiasa berbuat kebajikan kepada seluruh benda CiptaanNya, sesuai dengan PerintahNya dan yang cuma menyembah DiriNya semata.

Yang mana hal tersebut pastinya akan selalu tercermin dan terwujud pada sikap, perkataan serta perbuatannya di setiap saat.

Terutama di dalam menciptakan ketenteraman dan kedamaian bagi seluruh benda CiptaanNya. Dengan tidak melakukan kerusakan, kebencian apalagi permusuhan.

Charles E. Tumbel.

--- Ide dan kreatifitas seseorang adalah hak milik yang tidak boleh ditiru / digandakan. Dilarang mengcopy artikel ini. Terima kasih. ---

Orang Yang Paling Berbahaya.

Siapakah orang yang paling berbahaya itu?

Orang yang suka memfitnah dan menusuk dari belakang!

Karena fitnah adalah mengadakan sesuatu hal yang sebenarnya tidak ada menjadi seolah-olah ada, cuma untuk menghancurkan (membuat orang lain membenci dan memusuhi) diri kita semata. 

Dan dampak dari fitnah ini nantinya tidak hanya akan menghancurkan diri kita saja, tetapi juga akan mendatangkan kejahatan-kejahatan lain yang berkepanjangan, termasuk pembunuhan pula.

Sedangkan menusuk dari belakang ialah berpura-pura baik dan seolah-olah tidak terjadi apa-apa disaat berhadapan dengan diri kita, namun pada saat di belakang melakukan perbuatan yang amat sangat kejam. 

Dengan menjelek-jelekkan dan menceritakan hal-hal yang buruk, supaya citra serta nama baik dari diri kita menjadi rusak sekaligus hancur.

Hindari dan jauhilah orang-orang yang mampu melakukan dua hal ini. 

Disamping sebuah dosa, kejahatan dan kemunafikan yang amat sangat besar apabila mengikutinya (apalagi melakukannya) juga hal-hal yang seperti ini hanyalah mampu dilakukan oleh orang-orang yang hatinya dipenuhi dengan perasaan iri, dengki, benci, dendam dan angkara murka sekaligus kepahitan belaka.

Charles E. Tumbel.

--- Ide dan kreatifitas seseorang adalah hak milik yang tidak boleh ditiru / digandakan. Dilarang mengcopy artikel ini. Terima kasih. ---