Kamis, 31 Juli 2025

"Raja-raja Kecil".

Mereka ingin menciptakan salah satunya "Arab Spring" dan mengubah kita menjadi Negara Federasi, alias RIS. Yang 75 tahun lampau sudah pernah dibubarkan, lantaran mencerai-beraikan Kebangsaan plus memudahkan Asing berkuasa melalui "Raja-raja Kecil", seperti jaman VOC dulu.

Charles E. Tumbel.

--- Ide dan kreatifitas seseorang adalah hak milik yang tidak boleh ditiru / digandakan. Dilarang mengcopy artikel ini. Terima kasih. ---

Rabu, 30 Juli 2025

Bisnis.

Acara-acara di Televisi itu untuk "Showbiz", bukannya sungguhan. Artinya, acara-acara tersebut direkayasa dan diarahkan untuk menarik perhatian, ketertarikan serta rasa-rasa tertentu bagi penonton, sehingga mendapatkan jumlah pemirsa (rating) yang banyak. Pemerannya maupun seluruh orang-orang yang terlibat di dalamnya merupakan bayaran, a.k.a bukanlah sukarela. Tentunya kesemuanya itu dilakukan demi mendapatkan sponsor alias pendanaan, baik berupa pemasangan iklan ataupun sumbangan dari pihak-pihak yang berkepentingan. Tanpa adanya sponsor / pendanaan, pastilah perusahaan Televisi tersebut bangkrut. Makanya janganlah terlalu serius, apalagi percaya, lantaran segalanya di pertelevisian adalah bisnis.

Charles E. Tumbel.

--- Ide dan kreatifitas seseorang adalah hak milik yang tidak boleh ditiru / digandakan. Dilarang mengcopy artikel ini. Terima kasih. ---

Dunia Kekuasaan.

Ada 5 orang yang sedang bertarung untuk menjadi Raja berikutnya, entah lantaran Sang Raja tiba-tiba wafat saat berkuasa ataupun sudah berakhir masa jabatannya. 3 orang dari mereka merupakan Putra Mahkota pada beberapa Kerajaan yang berbeda, 1 orang adalah Adipati dan 1 orang lagi ialah mantan Adipati. Kesemuanya menggunakan jargon, gaya dan cara (serta pendana) yang berlainan untuk memenangkan pertarungan. Plus karena yang 1 orang Putra Mahkota telah menduduki jabatan tinggi dan Ayahnya memiliki nama besar, maka diseranglah terus-menerus untuk mematikan karakternya. Tanpa mematikan karakter dari yang paling kuat terlebih dahulu, tentunya persaingan bakalan sulit dan berat. Dunia kekuasaan memanglah licik, kotor dan kejam serta di luar kemampuan berpikir dari orang awam.

Charles E. Tumbel.

--- Ide dan kreatifitas seseorang adalah hak milik yang tidak boleh ditiru / digandakan. Dilarang mengcopy artikel ini. Terima kasih. ---

Senin, 21 Juli 2025

Dunia - Akherat.

Dunia ini cepat dan fana, sedangkan Akherat itu lama serta baka. Maka lupakanlah segera Dunia dan ingatlah senantiasa akherat. Sehingga biarkanlah sekarang bodoh, pasrah, melarat, sengsara, gagal, merana dan pendek umur di Dunia asalkan kelak pandai, berjuang, makmur, menikmati, sukses, bahagia serta panjang umur di Akherat. Serahkanlah Dunia saat ini kepada yang menginginkannya dan terimalah Akherat nanti bagi yang menghendakinya. Walaupun tiada satupun umat manusia yang bakalan mengetahui kenyataannya, ironi!

Charles E. Tumbel.

--- Ide dan kreatifitas seseorang adalah hak milik yang tidak boleh ditiru / digandakan. Dilarang mengcopy artikel ini. Terima kasih. ---

Selebihnya adalah Takdir.

Kita mengadakan sebuah Kegiatan yang di dalam penyelenggaraannya membentuk suatu Kepanitiaan dan lantarannya mendapatkan ijin-ijin resmi dari pihak-pihak yang berwenang, serta pada pelaksanaannya terjadilah peristiwa yang merenggut korban jiwa. Siapakah yang bersalah?

Kita yang mengadakan?
Panitia yang menyelenggarakan?
Pihak-pihak yang berwenang memberikan ijin-ijin?
Panitia yang menyelenggarakan dan pihak-pihak yang berwenang memberikan ijin-ijin?
Ataukah tidak ada satupun yang bersalah, karena kesemuanya merupakan takdir?

Siapapun pastilah pernah mengadakan sebuah Kegiatan apapun dan tentunya di dalam penyelenggaraannya bakalan membentuk suatu Kepanitiaan (kecil maupun besar), serta kegiatan tersebut bisa dilaksanakan berkat adanya ijin-ijin resmi dari pihak-pihak yang berwenang.

Yang jelasnya apabila terjadi sesuatu yang buruk, niscaya seharusnya sudah diperhitungkan oleh Panitia yang menyelenggarakan dan pihak-pihak yang berwenang memberikan ijin-ijin. Sebab memang disitulah letak peran dan tugas (fungsi) dari keberadaan mereka serta pertanggung-jawabannya, plus selebihnya adalah takdir.

Charles E. Tumbel.

--- Ide dan kreatifitas seseorang adalah hak milik yang tidak boleh ditiru / digandakan. Dilarang mengcopy artikel ini. Terima kasih. ---

Rabu, 16 Juli 2025

Sepenuhnya Merdeka.

Terus-menerus membeda-bedakan sekaligus membangun kebencian dengan latar-belakang terhadap Suku, Agama, Ras dan Golongan bukanlah sesuatu yang baru namun malahan hal-hal yang sudah amat lama sekali, alias kuno serta basi.

Hal tersebut sampai dengan saat ini masih terjadi. Di samping lantaran pada masa penjajahan fisik dulu (hampir seluruh Negara di dunia ini pernah dijajah) memang sengaja dibuat oleh Pihak Penjajah supaya tidak ada yang bisa bersatu plus menggalang kekuatan untuk melawan mereka (karena sibuk memusuhi saudaranya sendiri), juga oleh sebab keserakahan umat manusia sendiri (termasuk di dalam menonjolkan diri pula), yang akibatnya bahkan menjadi semakin mudah untuk diadu-domba dan dicerai-beraikan.

Sisa-sisa dari jiwa yang terjajah inilah yang sejujurnya belum sepenuhnya hilang. Malahan ada beberapa pihak yang bahkan bangga dan mempertahankan gaya hidup yang seperti ini.

Di dalam gaya penjajahan model baru yang bukan lagi menguasai secara fisik tetapi ideologi, politik, ekonomi, sosial, teknologi, budaya, sejarah (ujung-ujungnya demi SDA) dari negara lain itu, sisa-sisa dari jiwa yang terjajah seperti tersebut di atas yang bakalan dimanfaatkan oleh Pihak Penjajah untuk dijadikan antek a.k.a kaki-tangannya. 

Seringkali tanpa secara sadar ataupun dengan sadar, seringkali tanpa secara sengaja maupun dengan sengaja dan seringkali tanpa kepentingan atau dengan kepentingan serta keuntungan, sisa-sisa dari jiwa yang terjajah muncul sekaligus membuat noda di dalam jiwa yang seharusnya telah merdeka.

Julukan-julukan Si Jawa, Si Batak, Si Madura, Si Padang dll.
Julukan-julukan Si Cina, Si Pribumi, Si Arab, Si India dll.
Julukan-julukan Si Kristen, Si Islam, Si Budha, Si Hindu dll merupakan bukti nyata bahwasanya kita masih memiliki sisa-sisa dari jiwa yang terjajah itu, bahkan malah masih cinta dan bangga dengan gaya serta cara-cara tersebut.

Persatuan dan kesatuan dari yang berbeda-beda menimbulkan kesetaraan sekaligus kesederajatan di dalam Berkebangsaan, yang tentunya hal-hal itu membuat sisa-sisa dari jiwa yang terjajah menjadi sangat cemas serta ketakutan.

Marilah kita semuanya menghilangkan sisa-sisa dari jiwa yang terjajah di dalam diri masing-masing, agar sepenuhnya merdeka.

Dan janganlah pernah bangga, apalagi cinta serta mau melestarikannya. Lantaran penjajahan model baru yang sudah menyusahkan kita semuanya sekarang ini, hanya dapat tumbuh subur plus berkembang luas, apabila diri sendiri yang membiarkannya!

Salam Cinta kepada Tanah Air dan seluruh Saudara Sebangsa! Hidup Pancasila!

Surabaya, 24 Agustus 2013.
Charles E. Tumbel.

--- Ide dan kreatifitas seseorang adalah hak milik yang tidak boleh ditiru / digandakan. Dilarang mengcopy artikel ini. Terima kasih. ---

Minggu, 13 Juli 2025

Untuk Mengendalikan.

Mereka tidak memedulikan Agama apapun, namun memanfaatkan segalanya. Untuk mengendalikan Bangsa-bangsa lain, yang kaya-raya atas SDA.

Charles E. Tumbel.

--- Ide dan kreatifitas seseorang adalah hak milik yang tidak boleh ditiru / digandakan. Dilarang mengcopy artikel ini. Terima kasih. ---

Dibuat.

Dibuat memusuhi negara dan sesama anak bangsanya, dibuat lupa ideologinya, dibuat hilang sejarahnya, dibuat benci budayanya, dibuat jaringannya berada dimana-mana, kemudian dibuat subur korupsinya, lalu dibuatlah seolah-olah segalanya salah terkecuali ajarannya sendiri. Padahal dari awal, merekalah yang membuatnya!

Charles E. Tumbel.

--- Ide dan kreatifitas seseorang adalah hak milik yang tidak boleh ditiru / digandakan. Dilarang mengcopy artikel ini. Terima kasih. ---

Jumat, 11 Juli 2025

Cerminan dari Ajaran.

Lantaran beragama A, maka saya berbuat baik.
Karena beragama B, maka saya berbuat baik.
Sebab beragama C, maka saya berbuat baik.
Agama merupakan tuntunan bagi umatnya untuk berbuat baik.
Perilaku sehari-hari seorang umat, adalah cerminan dari ajaran Agama yang diyakininya.
Jadi penganut Agama (apapun), diwajibkan untuk senantiasa berbuat baik.
Sehingga seluruh umat Beragama selalu saling berlomba-lomba di dalam berbuat baik demi kedamaian, ketenteraman dan kesinambungan kehidupan di dunia ini. 
Sedangkan yang berbuat jahat, semestinya ialah yang tidak Beragama. Bukanlah sebaliknya!

Charles E. Tumbel.

--- Ide dan kreatifitas seseorang adalah hak milik yang tidak boleh ditiru / digandakan. Dilarang mengcopy artikel ini. Terima kasih. ---

Rabu, 09 Juli 2025

Damai dan Indah.

Beberapa hari ini, saya diundang oleh 3 sahabat yang kebetulan beragama lain, untuk menghadiri kegiatan-kegiatan menarik di tempatnya. Jujur sebagai seorang Muslim saya merasa amat sangat bangga, dihormati dan dihargai lantaran bisa diundang ke kegiatan-kegiatan Agama-nya. Karena walaupun berbeda Suku, Agama, Ras dan Golongan namun mereka merupakan saudara Sebangsa serta Setanah Air saya sampai kapanpun. Plus apabila bukannya saudara Sebangsa dan Setanah Air, maka saudara Sekemanusiaan saya. Damai dan indahnya hidup di dalam persaudaraan yang penuh pengertian!

(Katholik)

(Budha)

(Kristen)

Charles E. Tumbel.

--- Ide dan kreatifitas seseorang adalah hak milik yang tidak boleh ditiru / digandakan. Dilarang mengcopy artikel ini. Terima kasih. ---