Mengapa korupsi menjadi penyakit yang tidak bisa disembuhkan? Lantaran tidak pernah diobati secara tuntas!
Mengapa tidak pernah diobati secara tuntas? Karena apabila mendapatkan kesempatan, siapapun ingin melakukannya!
Mengapa siapapun ingin melakukannya? Sebab jalan tercepat dan termudah untuk menjadi kaya-raya di Negara yang berlimpah SDA!
Dan oleh Si Penipu malahan dijadikan komoditas, bahkan alat propaganda, terutama pada jaman sesudah terjadinya Reformasi '98.
Setelah Reformasi '98 terjadi, kekuatan partai politik menjadi dominan. Apalagi sesudah dicuatkannya OTODA, para politikus berlomba-lomba mendirikan partai politik dan "Terjun" ke daerah-daerah.
Akhirnya pemberantasan korupsi cuma menjadi jargon belaka, demi mendapatkan simpati dan suara.
Parahnya bukan hanya pemberantasan korupsi saja, segala sesuatu dijadikan alat untuk meraup dukungan dan kemenangan.
Ketidak-sejahteraan dibiarkan, kemudian para politikus berbicara tentang kesejahteraan.
Ketidak-setaraan dibiarkan, lantas para politikus berbicara perihal kesetaraan.
Ketidak-adilan dibiarkan, terus para politikus berbicara terkait keadilan.
Kerusakan dibiarkan, lalu para politikus berbicara ihwal perbaikan. Dan begitulah seterusnya!
Negara yang makmur atas SDA, namun rakyatnya berjuang untuk mencukupi kebutuhan hidup.
Untungnya orang-orangnya panjang akal! Sehingga walaupun SDA melulu dikeruk dan pajaknya menghilang entah kemana serta penduduknya tidak "Kecipratan" lantaran semuanya disedot oleh para Koruptor, belum lagi pendidikan yang tidak merata sekaligus mutunya kurang, plus keahlian individu yang terbatas karena sekolah cuma disuruh menghapal semata, tetapi mampu bertahan.
Bertahan dengan segenggam Beras di tengah pertambangan Emas, yang dikuasai Asing dan para anteknya yang gragas.
Selama partai politik menjadi kerajaan, politikusnya dipuja-puja bak pangeran dan politik dijadikan acuan, maka tidaklah mungkin koruptor bakalan dibuat pesakitan. Serta selama koruptor tidak dibuat pesakitan, kebusukan apapun akan dipertahankan, supaya selalu ada celah dan peluang.
Charles E. Tumbel.
--- Ide dan kreatifitas seseorang adalah hak milik yang tidak boleh ditiru / digandakan. Dilarang mengcopy artikel ini. Terima kasih. ---