Perlahan-lahan tetapi pasti, kita digiring untuk menjadi Bangsa yang individualistis, oportunis dan borjuis. Budaya kita yang tinggi dan penuh kebersamaan, gotong royong, toleransi, budi pekerti serta lain-lain yang mulia diturunkan kekuatannya. Sehingga dengan sendirinya nanti bakalan menjadi apatis, kemudian separatis.
Di mulai dari isu-isu Agama dan lama-kelamaaan berkembang ke Suku serta Ras lalu Golongan sampai akhirnya jalan untuk menghilangkan Pancasila sebagai Fondasi yang terkuat sekaligus utama di dalam jalinan rantai Kebangsaan yang terurai panjang dari Sabang hingga Merauke akan dapat dilewati dengan amat mudah.
Banyak pihak yang takut kepada kekuatan Pancasila, lantaran inilah yang merupakan Pokok Dasar dari Persatuan Bangsa dan Negara kita. Negara kita adalah negara yang sangat kaya-raya, karenanya siapapun yang ingin menguasainya, maka ia bakalan menghancurkan Pancasila terlebih dahulu, kemudian Sejarah dan Budaya, serta sepertinya saat ini telah mulai terjadi.
Sudah berkali-kali Pancasila diuji kesaktiannya, namun berkali-kali itu pula Pancasila berhasil membuktikan kekuatannya. Kini sepertinya Pancasila akan diuji kembali, dengan cara mengubah tradisi dan kearifan lokal yang asli milik Bangsa kita sendiri. Supaya satu sama lain menjadi tidak peduli dan mau disatu-padukan lagi.
Banyak orang yang pintar, tetapi sedikit orang yang mengerti.
Semoga kita menjadi orang pintar, yang juga mampu mengerti. Aamiin.
Bersatu kita Teguh, Bercerai kita Runtuh!
Marilah kita pergunakan "Ilmu Sapu Lidi".
Salam Cinta Tanah Air dan saudara Sebangsa!
Surabaya, 24 Desember 2014.
Charles E. Tumbel.
--- Ide dan kreatifitas seseorang adalah hak milik yang tidak boleh ditiru / digandakan. Dilarang mengcopy artikel ini. Terima kasih. ---