Pada suatu malam minggu yang indah, dimana sinar rembulan cerah bercahaya dan angin sejuk berlalu-lalang dengan giatnya, sehingga suhu udara di Kota Surabaya tidak menjadi gerah, Jerry Souisa melantunkan lagu-lagu Barat kekinian yang menggelitiki kaki para muda-mudi untuk berdansa.
Berjoget gembira menghilangkan sedih dan lelah, demi menikmati hidup yang cuma sekali sekaligus sementara belaka.
Manakala sedang syahdu-syahdunya Jerry Souisa berdendang, beberapa gadis menghampiri untuk menyalaminya. Ia-pun menjabat tangan mereka dengan sopan dan para gadis tersebut duduk di sekitar panggung tempatnya bernyanyi.
Tiba-tiba beberapa pemuda mendekati dan tanpa "Ba-Bi-Bu" langsung memukuli, hingga ia jatuh tersungkur. Alm. Ayah saya yang sedang asyik duduk di Bar sembari menikmati segelas Bir, seketika berlari untuk membantu dan terjadilah perkelahian 1 lawan 8.
Dasarnya Alm. Ayah saya memang seorang Petinju yang tangguh, 4 orang dipukulnya sampai K.O. dan sisanya dipegang oleh pengunjung yang lain. Kemudian kesemuanya diusir bersamaan dari "Club Dansa" itu.
Rupa-rupanya segerombolan pemuda tersebut adalah IBLA, alias Ikatan Bintara Laut. Yakni, organisasi untuk mantan Bintara Angkatan Laut Belanda (Koninklijke Marine / KM) yang bergabung ke TNI AL, sesudah Indonesia merdeka. Dan mereka mengeroyok, lantaran terbakar api cemburu!
Cemburu gara-gara "Sang Pujaan Hati" ngebet dan "Memeti" (terus-menerus mendekati) Si Biduan yang handal bermain Gitar!!
Walaupun musik tetap menderu-deru, tetapi malam itu dihabiskan tanpa suara merdu Jerry Souisa. Wajahnya lebam dan bibirnya bengkak, bak disengat Lebah Vespa. Walhasil, Alm. Ayah saya menemaninya di Bar hingga tengah malam. Serta setelahnya, mereka berdua pulang ke rumah masing-masing.
Meskipun bangun kesiangan, namun seperti biasanya Alm. Ayah saya pastilah berlari pagi. 4 kilometer merupakan "Jarak Rutin" yang wajib dilalui. Tiada hari yang tanpa olahraga! Karena untuk menjadi sehat apalagi kuat, dibutuhkan perjuangan dan pengorbanan dengan menggerakkan badan!! Demikian pula pada hari Minggu tersebut.
Selesai menguras keringat, Beliau mandi. Dan sesudahnya, sarapan pagi. Hemm, mantap sekali!!!
Pukul 11.00 siang, Alm. Ayah saya mengeluarkan sepeda motornya. Sebuah Harley Davidson buatan tahun 1944 yang didapatkan di masa-masa akhir Perang Kemerdekaan dan dihiasinya dengan bintang-bintang berwarna perak pada beberapa bagian. Beliau hendak berjalan-jalan keliling kota, sekalian mampir ke rumah temannya di daerah Wonocolo.
Mengenai sepeda motornya yang sengaja diberi pernak-pernik dengan beberapa buah bintang berwarna perak ini, sebab Alm. Ayah saya terinspirasi dari Cak Dloi (Alm. Sersan Mayor CPM Purn. M. Ridloi). Salah satu sahabatnya di jaman Perang Fisik, yang juga memiliki sepeda motor bermerk Harley Davidson dengan 1 buah bintang besar berwarna perak pada sadelnya dan suka mengendarainya sambil mengenakan topi Cowboy!!
Beliau "Healing", dengan cara pesiar menyusuri jalan-jalan di Kota Surabaya pada hari Minggu yang cerah. Dan setelah puas, terus "Bablas" ke daerah Wonocolo!
Barusan sampai di jalan Diponegoro sesudah melewati jalan Pasar Kembang, sekonyong-konyong sebuah Truk Tangki "Menrombol" Alm. Ayah saya dari belakang dan menyeretnya sejauh 50 meter!!!
Setelah melindasnya, Truk Tangki itupun melarikan diri! Membiarkan tubuh Beliau yang bermandikan darah hingga tidak bisa dikenali dan sepeda motornya yang hancur berantakan tergeletak di tengah jalan!!
Lantaran pingsan dan bersimbah darah, warga sekitar yang berbondong-bondong mengerubungi menyangka Alm. Ayah saya sudah tewas. Serta beramai-ramai meminggirkan tubuh sekaligus puing-puing kendaraannya, plus menutupinya menggunakan kloso / tikar (anyaman dari daun kelapa yang umumnya digunakan untuk alas duduk / tidur).
Istilahnya, "Malang tak dapat Ditolak dan Mujur tak dapat Diraih"! Jerry Souisa yang masih kesakitan, karena semalam dihajar oleh beberapa OTK (Orang Tidak Dikenal) kebetulan ingin mengobati luka-lukanya ke RS RKZ di jalan Diponegoro dan berangkat kesana dengan menumpang Becak.
Di dalam perjalanan menuju ke RS RKZ tersebut, ia melewati TKP dan melihat sesosok pria yang telah "Diklosoi", akibat menjadi korban dari sebuah "Tabrakan Maut"!
Oleh sebab rasa penasaran yang hebat, Jerry Souisa menghentikan becaknya dan turun untuk melihat, serta mencari tahu tentang siapa pria yang naas itu!! Ia membuka tikarnya, tetapi tidak mengenali, lantaran penuh dengan darah. Lalu menutupnya kembali dan pergi meninggalkan!!!
Baru berjalan beberapa langkah, rasa penasaran datang lagi! Jerry Souisa balik menghampiri dan memperhatikan betul-betul pria yang sedang apes tersebut!! Namun terbukti, ia benar-benar tidak mampu mengenalinya!!!
Jerry Souisa meneruskan perjalanan ke RS RKZ dan tanpa sengaja menoleh ke rongsokan sepeda motor yang dihiasi dengan bintang-bintang berwarna perak! Ia merasa pernah melihatnya dan sontak melompat dari Becak yang ditumpangi, serta mengecek KTP yang ada di tubuh korban tabrak lari itu (untung belum jamannya copet)!! OMG!!! Ternyata Benny Tumbel, "Bestie"-nya dan masih bernapas!!!!
Jerry Souisa mengangkatnya dan membawanya ke RS RKZ, tetapi rumah sakit tersebut menyuruhnya ke RS CBZ (Simpang) yang peralatannya lebih lengkap! Lagi-lagi ia mengangkatnya dan membawanya dengan menumpang Becak yang sama!!
Sesampainya di RS CBZ, Alm. Ayah saya segera ditangani dan 3 minggu dirawat disitu, hingga kondisinya berangsur-angsur pulih. Selama opname di rumah sakit tersebut, Jerry Souisa setiap hari mampir untuk menemani.
Mereka berbeda usia beberapa tahun (kayaknya sekitar 5-6 tahun). Alm. Ayah saya seorang eksponen Pejuang '45 yang menjadi Atlet (kemudian Pelatih / Instruktur), sedangkan Jerry Souisa seorang mantan Pelajar Sekolah yang menjadi Musisi (lalu Pimpinan Band yang pentas di banyak Negara). Biarpun begitu, Beliau berdua bersahabat karib sampai akhir hayat!
Semenjak terjadinya peristiwa kecelakaan yang mengerikan tersebut, Alm. Ayah saya berhenti mengendarai sepeda motor dan kami, seluruh anak-anaknya, juga tidak diperbolehkan.
Demikianlah kisah perihal "Tabrakan Maut dan Sebuah Persahabatan", seperti yang pernah diceritakan oleh Alm. Oom Jerry Souisa kepada saya. Mohon maaf, apabila ada kesalahan kata ataupun pungtuasi. Semoga berkenan dan menjadi manfaat, Aamiin. Serta terima kasih sudah sudi untuk membacanya. Salam!
Charles E. Tumbel.
--- Ide dan kreatifitas seseorang adalah hak milik yang tidak boleh ditiru / digandakan. Dilarang mengcopy artikel ini. Terima kasih. ---