Tatkala Alm. Ayah berulang tahun yang ke 70 dan Beliau menyatakan ingin mengundurkan diri dari beberapa jabatan organisasi yang sedang diembannya lantaran "Merasa Sudah Tua", serta agar bisa lebih santai sekaligus mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta, saya menyetujuinya.
Ketika itu saya yang masih muda dan "Lolak-lolok" (artinya lugu, hahaha, biar kata ini muncul kembali) beranggapan bahwa umur 70 tahun memang telah renta serta sepantasnya banyak di rumah, sekaligus berdoa. Ternyata salah besar!
3 tahun kemudian, Ayah terkena stroke ringan (pelo, cadel walaupun sembuh total) karena kolestrol dan asam uratnya tinggi (padahal jogging pagi plus sore setiap hari, tetapi makanannya tanpa larangan).
Lantas 3 tahun berselang (sesudah stroke ringan) terkena serangan jantung, lagi-lagi penyebabnya kolestrol dan asam urat tinggi. Serta 1 tahun setelahnya, meninggal dunia!
Segalanya merupakan takdir! Tidak ada yang dapat merubahnya, titik!! Selesai!!!
Namun sekarang sesudah hampir 25 tahun berlalu, saya menyarankan kepada Ibu yang telah berusia di atas 70 tahun untuk selalu aktif. Tidak mengurangi kegiatan apapun (lebih-lebih yang disukai), rajin berolahraga (termasuk angkat beban), menjaga makanan, minuman, tidur plus pikiran, tidak gemuk dan tentunya tetap senantiasa rajin berdoa (yang ini tidaklah perlu diberi batasan umur!).
Lantaran teman-teman Alm. Ayah saya yang masih hidup dan sudah berusia di atas 90 tahun (bahkan ada yang 100 tahun) adalah yang aktif, rajin berolahraga, menjaga makanan, minuman, tidur plus pikiran, tidak gemuk serta bukanlah yang mudah menyerah (pasrah), apalagi yang "Merasa Sudah Tua", terus menjadi malas bergerak!
Charles E. Tumbel.
--- Ide dan kreatifitas seseorang adalah hak milik yang tidak boleh ditiru / digandakan. Dilarang mengcopy artikel ini. Terima kasih. ---