Kita disini belum terbiasa untuk melakukan cek darah lengkap secara rutin (beberapa bulan sekali), terkecuali sedang ataupun telah terlanjur sakit. Sehingga kurang memahami kondisi dari organ-organ tubuh yang dimiliki dan tidak bisa melakukan pencegahan, jikalau terjadi perubahan yang dapat merugikan kesehatan. Terutama apabila perubahan yang dapat merugikan kesehatan tersebut, tidak memiliki gejala awal yang terasakan.
Jangankan melakukan cek darah lengkap secara rutin, cuma sekadar konsultasi ke Dokter saja, belumlah tentu dilakukan. Malahan alih-alih ke Dokter (tatkala sakit), bisa-bisa hanya tanya-tanya lalu membeli obat di Apotek belaka. Bahkan tidak tanya-tanya kepada siapapun, tiba-tiba sudah diputuskan untuk mengobati dirinya sendiri dengan meminum jamu-jamuan, tanpa sama sekali mengetahui sumber penyakitnya. Jian luar biasa!
Makanya ketika terjadi wabah penyakit yang mematikan seperti beberapa waktu lalu, banyak yang kelihatannya alias tampak luarnya kayak sehat, tetapi disaat terpapar langsung fatal. Ironisnya, bukannya menyalahkan kebiasaan tidak pernah melakukan cek darah, konsultasi ke Dokter, tanya-tanya kemudian membeli di Apotek maupun mengobati sendiri tanpa mengetahui sumber penyakitnya, melainkan para Tenaga Medis dan Rumah Sakit-nya.
Apalagi di jaman digital seperti saat ini, dimana segala sesuatu "Digoreng" demi mendapatkan penonton, penyuka dan pengikut yang mendatangkan "Cuan" (entah dari "Endorse", "Sawer" ataupun "Ads") yang akhirnya membuat masyarakat awam menjadi semakin kebingungan. Lebih lagi oleh pihak-pihak yang memiliki trauma maupun ketakutan tersembunyi terhadap Tenaga Medis dan Rumah Sakit, hal-hal seperti ini dijadikan "Senjata".
Padahal membangun stigma semacam itu, jelaslah merugikan. Baik dirinya sendiri, lebih-lebih masyarakat luas. Dirinya sendiri rugi, lantaran suatu waktu bisa terpaksa harus dirawat oleh Tenaga Medis ataupun di Rumah Sakit. Dan pikiran-pikiran negatif akan berkecamuk serta menambah permasalahan, plus stres. Begitupun dengan masyarakat luas yang telah terpengaruh konten-kontennya, pastilah bakalan mengalami yang sama.
Karenanya, biasakanlah apapun yang baik dan benar. Dengan senantiasa rutin melakukan cek darah lengkap dan konsultasi ke Dokter (bukannya apotek, apalagi mengobatinya sendiri). Seperti kata orang tua kita dulu, yakni "Sedia Payung, Sebelum Hujan". Serta berpikirlah menggunakan nalar plus logika, biar tidak mudah percaya kepada "Hoaks". Yang memang sengaja dibuat oleh Si Empunya, untuk menciptakan "Sensasi demi Komisi".
Charles E. Tumbel.
--- Ide dan kreatifitas seseorang adalah hak milik yang tidak boleh ditiru / digandakan. Dilarang mengcopy artikel ini. Terima kasih. ---