Senin, 29 Juli 2024

Pedagang "Palugada".

Segala sesuatu bisa dijadikan uang asalkan diberi nama, cap / kesan, sertifikat (ataupun gelar), pesaing dan promosi.

Entah itu politik, agama, sosial, budaya, teknologi apalagi benda-benda tertentu, baik yang menjadi kebutuhan maupun tidak.

Dan orang yang mampu membuat apapun menjadi uang, namanya Pedagang "Palugada". Alias "Apa yang Lu Minta, Gua pastilah Ada".

Pokoknya seluruhnya "Katanya" ada, jadinya tidaklah perlu ke orang lain, selain dirinya sendiri.

Lantaran kesemuanya seolah-olah sudah dikuasai olehnya sendiri dan yang terbaik, walaupun bohong.

Charles E. Tumbel.

--- Ide dan kreatifitas seseorang adalah hak milik yang tidak boleh ditiru / digandakan. Dilarang mengcopy artikel ini. Terima kasih. ---

Rabu, 24 Juli 2024

Kesempurnaan Cinta.


Aku yang telah lama mengembara di sepanjang usia dengan penuh duka, luka dan air mata akhirnya dipertemukan denganmu...

Mungkin bukan pertemuan yang pertamaku dan mungkin bukan pertemuan yang pertamamu, tapi sebuah Pertemuan dari yang abadi...

Pertemuan dari yang abadi di dalam jiwa nan suci. Jiwa nan suci tanpa noda-noda ambisi, untuk datangnya kebahagiaan hakiki...

Aku yang sudah pernah menderita di seluruh cobaan dengan penuh sabar, tabah dan kucur peluh akhirnya dihadiahkan dirimu...

Mungkin bukan-nya hadiah yang pertamaku dan mungkin bukan-nya hadiah yang pertamamu, namun suatu perasaan Cinta yang Sejati...

Cinta yang sejati, pertama dan terakhir bagi kita berdua ini, biarkanlah selama-lamanya dikenang sebagai yang terindah oleh dunia...

Dunia yang berganti, dunia yang menanti, dunia yang bermimpi, tentang kesempurnaan cinta yang sejati seperti yang kita miliki...

Surabaya, 24 Juli 2024.
Charles E. Tumbel.

--- Ide dan kreatifitas seseorang adalah hak milik yang tidak boleh ditiru / digandakan. Dilarang mengcopy artikel ini. Terima kasih. ---

Jumat, 19 Juli 2024

Etika di WC.

Bagi para Lelaki yang akan melakukan Buang Air Kecil di Toilet Umum :

"Biasakanlah untuk terlebih dahulu menegakkan posisi (mengangkat) tempat "Plastik Dudukan" buat Buang Air Besar yang ada di Kloset Duduk, agar para Perempuan yang hendak melakukan Buang Air Kecil maupun siapapun yang ingin melakukan Buang Air Besar, tidak terkena apapun dari bekas Air Seni! Sekaligus ajarkanlah kepada anak-anak, supaya mengerti tentang etika di WC ini!! Serta marilah lebih menjaga lagi kebersihan dan kesehatan, demi kebaikan bersama!!! Terima kasih".

Charles E. Tumbel.

--- Ide dan kreatifitas seseorang adalah hak milik yang tidak boleh ditiru / digandakan. Dilarang mengcopy artikel ini. Terima kasih. ---

Selasa, 16 Juli 2024

Segala Sumber Hukum.

Pancasila merupakan Dasar Negara, Ideologi Tunggal, Falsafah Hidup, Roh sekaligus Napas di dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara bagi seluruh Rakyat Indonesia, plus Sumber dari Segala Sumber Hukum. Sehingga segenap peraturan, mulai dari Undang-undang Dasar sampai dengan ke Peraturan Kampung, wajiblah berlandaskan pada Pancasila. Tanpa berlandaskan kepada Pancasila maka tidaklah sah, walaupun telah disahkan dan ditetapkan sebagai peraturan. Serta haruslah dikembalikan pada peraturan sebelumnya, yang berlandaskan kepada Pancasila.

Charles E. Tumbel.

--- Ide dan kreatifitas seseorang adalah hak milik yang tidak boleh ditiru / digandakan. Dilarang mengcopy artikel ini. Terima kasih. ---

Sabtu, 13 Juli 2024

Terjebak dengan Produk Makanan.

Yang lalu saya baru tahu, jika produk "Keju" tertentu, ternyata sebagian besar bahan bakunya ialah Minyak Sawit (bukan Susu).

Sekarang ini saya juga baru tahu, kalau produk "Selai Coklat" tertentu, ternyata sebagian besar bahan bakunya adalah Minyak Sawit pula (bukan Coklat).

Bahkan "Minyak Bawang" yang biasanya ada di dalam "Pangsit Mie"-pun, lagi-lagi ternyata merupakan Minyak Sawit (bawangnya cuma digoreng buat aroma saja).

Kandungan minyak jenuh di dalam Minyak Sawit itu amat sangat tinggi dan banyak orang yang menghindarinya, lantaran dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah.

Jikalau untuk mengeruk keuntungan yang sebesar-besarnya, lantas bahan baku asli dengan sengaja diganti maupun ditambahkan Minyak Sawit berlebihan, maka orang-orang yang sedang berupaya menghindarinya, apabila tidak teliti (alias wajib selalu meneliti), apakah tidak terjebak dengan produk makanan tersebut?!

Charles E. Tumbel.

--- Ide dan kreatifitas seseorang adalah hak milik yang tidak boleh ditiru / digandakan. Dilarang mengcopy artikel ini. Terima kasih. ---

Jumat, 12 Juli 2024

"Sensasi demi Komisi".

Kita disini belum terbiasa untuk melakukan cek darah lengkap secara rutin (beberapa bulan sekali), terkecuali sedang ataupun telah terlanjur sakit. Sehingga kurang memahami kondisi dari organ-organ tubuh yang dimiliki dan tidak bisa melakukan pencegahan, jikalau terjadi perubahan yang dapat merugikan kesehatan. Terutama apabila perubahan yang dapat merugikan kesehatan tersebut, tidak memiliki gejala awal yang terasakan.

Jangankan melakukan cek darah lengkap secara rutin, cuma sekadar konsultasi ke Dokter saja, belumlah tentu dilakukan. Malahan alih-alih ke Dokter (tatkala sakit), bisa-bisa hanya tanya-tanya lalu membeli obat di Apotek belaka. Bahkan tidak tanya-tanya kepada siapapun, tiba-tiba sudah diputuskan untuk mengobati dirinya sendiri dengan meminum jamu-jamuan, tanpa sama sekali mengetahui sumber penyakitnya. Jian luar biasa!

Makanya ketika terjadi wabah penyakit yang mematikan seperti beberapa waktu lalu, banyak yang kelihatannya alias tampak luarnya kayak sehat, tetapi disaat terpapar langsung fatal. Ironisnya, bukannya menyalahkan kebiasaan tidak pernah melakukan cek darah, konsultasi ke Dokter, tanya-tanya kemudian membeli di Apotek maupun mengobati sendiri tanpa mengetahui sumber penyakitnya, melainkan para Tenaga Medis dan Rumah Sakit-nya.

Apalagi di jaman digital seperti saat ini, dimana segala sesuatu "Digoreng" demi mendapatkan penonton, penyuka dan pengikut yang mendatangkan "Cuan" (entah dari "Endorse", "Sawer" ataupun "Ads") yang akhirnya membuat masyarakat awam menjadi semakin kebingungan. Lebih lagi oleh pihak-pihak yang memiliki trauma maupun ketakutan tersembunyi terhadap Tenaga Medis dan Rumah Sakit, hal-hal seperti ini dijadikan "Senjata".

Padahal membangun stigma semacam itu, jelaslah merugikan. Baik dirinya sendiri, lebih-lebih masyarakat luas. Dirinya sendiri rugi, lantaran suatu waktu bisa terpaksa harus dirawat oleh Tenaga Medis ataupun di Rumah Sakit. Dan pikiran-pikiran negatif akan berkecamuk serta menambah permasalahan, plus stres. Begitupun dengan masyarakat luas yang telah terpengaruh konten-kontennya, pastilah bakalan mengalami yang sama.

Karenanya, biasakanlah apapun yang baik dan benar. Dengan senantiasa rutin melakukan cek darah lengkap dan konsultasi ke Dokter (bukannya apotek, apalagi mengobatinya sendiri). Seperti kata orang tua kita dulu, yakni "Sedia Payung, Sebelum Hujan". Serta berpikirlah menggunakan nalar plus logika, biar tidak mudah percaya kepada "Hoaks". Yang memang sengaja dibuat oleh Si Empunya, untuk menciptakan "Sensasi demi Komisi".

Charles E. Tumbel.

--- Ide dan kreatifitas seseorang adalah hak milik yang tidak boleh ditiru / digandakan. Dilarang mengcopy artikel ini. Terima kasih. ---