Barusan saya membeli lauk Ayam Kecap untuk makan siang, tetapi batal memakannya. Lantaran daging Ayam yang dari "Sononya" sudah ada kandungan lemaknya, masih ditambah dengan minyak goreng yang sebegitu banyaknya.
Seharusnya minyak goreng digunakan sedikit sekali (bukanlah bahan makanan), cuma buat menggoreng (alat bantu) bumbunya saja, sebelum ditambahkan air (yang menjadi kuahnya). Sedangkan daging Ayam-nya, bisa matang (terebus) sendiri tanpa perlu digoreng lagi.
Namun karena lebih mudah dan cepat memasak dengan menggunakan minyak goreng yang banyak (meskipun berbahaya bagi kesehatan yang memakannya), maka sampai "Sebotol-botolnya Dicemplungkan".
Sebagian besar minyak goreng (dan mentega a.k.a. minyak goreng yang dipadatkan) kaya atas kandungan Lemak Jenuh, Lemak Trans serta Omega 6.
Yakni lemak-lemak yang tidak baik, alias "Lemak Jahat" untuk tubuh. Apalagi jikalau dipergunakan berkali-kali malahan menjadi karsinogen, penyebab kanker.
Memang lemak jenuh, lemak trans dan omega 6 tidak dilarang, tetapi mestilah amat sangat dibatasi.
Mestilah amat sangat dibatasi, sebab otot tidak terbuat dari baja dan tulang tidak terbuat dari besi (mesin mobil yang terbuat dari baja serta besi-pun menggunakan oli yang terbaik, lebih lagi buat umat manusia). Sehingga tidak membutuhkan "Lemak-lemak Ganas", yang akan merusak "Organ-organ Lembut" kita.
Bayangkan apabila makan pagi dengan lauk Tahu, Tempe dan Telor yang digoreng. Kemudian makan siang dengan lauk Ayam dan Kerupuk yang digoreng juga. Lalu makan malam dengan lauk Ikan dan Sambal yang digoreng pula. Plus minum yang dingin-dingin dan selalu berada di ruangan yang ber-AC.
Wuih kira-kira di dalam 1 hari tersebut, berapa sendok minyak goreng yang telah masuk pada badan? Dan menjadi apa serta disimpan dimana? Itu baru 1 hari loh ya, belum 1 minggu ataupun 1 bulan. Mengerikan banget!
Kematian terbesar, rata-rata gara-gara stroke dan serangan jantung. Stroke dan serangan jantung dapat terjadi, lantaran adanya penyumbatan di dalam pembuluh darah. Adanya penyumbatan pada pembuluh darah, karena lemak jahat.
Jadi mengapa tidak mengendalikan, bahkan menghilangkan Si Lemak Jahat? Sebab dia inilah biang keladinya! Dan daripada sakit, lebih-lebih mati, bukankah lebih baik sehat, serta panjang umur?!
Charles E. Tumbel.
--- Ide dan kreatifitas seseorang adalah hak milik yang tidak boleh ditiru / digandakan. Dilarang mengcopy artikel ini. Terima kasih. ---